Kumagai Kentarou (IDOLM@STER SideM Cast Interview)

(Source: MyAnimeList, Im@s SideM English Wiki)


 

---Pertama, akan kami mulai dengan pertanyaan wajib pada seluruh cast pada halaman interview kali ini. Tolong ceritakan kenangan Kumagai-san saat mengikuti audisi IDOLM@STER SideM (SideM).

Awalnya saya juga ikut (audisi) idol lain juga. Saya lolos tape audition, kemudian mengira dipanggil ke studio untuk peran (Tendou) Teru, namun di lokasi saya diberitahu, “Tolong coba Akuno Hideo”. Saya tidak menyangka itu, namun sebaliknya, mungkin mengucapkan line Hideo dengan kepala kosong malah berakhir baik.

---Mengenai Hideo, maukah Anda menceritakan saat pertama kali merekam kompilasinya?

Yang paling saya ingat adalah saat itu pengalaman saya sebagai seiyu masih terbilang belum ada, jadi saat itu memerlukan banyak waktu dan saya berusaha mati-matian.

---Secara konkrit, bagaimana Anda melakukannya?

Saya melakukannya sembari berdiskusi dengan para staff, seperti “Disini sebaiknya lebih menonjolkan perasaan, bukan?”, atau “Dengan kepribadiannya, saat mengucapkan kata ini mungkin tone yang dipakai segini?”. Saya pun terus mengangguk mengiyakan sembari mengenal Hideo, sekarang pun ia berdampingan dan ada dalam diri saya. Saat mendengar suara Hideo yang lama, saya berpikiran “Masih belum matang, ya”, namun sebaliknya, saya juga menemukan bagian yang tidak dapat saya ekspresikan sekarang. Saya merasa bahwa IDOLM@STER SideM dan IDOLM@STER Series merupakan karya yang berjalan bersama saya.

---Lalu, bagaimana dengan kesan Anda saat merekam nyanyian untuk Akuno Hideo?

Banyak sekali hal yang tidak saya mengerti…. Yang pertama, meski sudah dibilang “Saya akan menjelaskan QBox”, saya tidak tahu itu apa. Lalu “two mix”, “click”, “guide”, banyak istilah khusus yang terlontar, dan saya pun benar-benar linglung seperti tidak tahu arah. Sekarang mengenai kondisi telinga baik waktu perekaman maupun konser, semuanya mengerti keseimbangan yang ditangkap, “Oke-nya segini”, “Click-nya segini”, saya sudah bisa mengaturnya, namun waktu itu saya benar-benar tidak tahu, jadi saya pernah membesarkan semua suara yang terdengar melalui headphone. Karena itu, saya juga pernah menyanyi dengan buruk.

---Begitu ceritanya.

Benar, waktu itu saya lebih payah dari yang sekarang. Sejujurnya, untuk lagu ada 1 hal yang kompleks. Syukurnya, “Di lagu Hideo ada keceriaan”, “Ada keberanian”, saya diminta bersuara seperti itu, namun berkat perkataan itu, saya merasa sosok Hideo muncul. Saya memang payah jika bernyanyi sebagai Kumagai Kentarou, namun karena ini adalah lagu milik Akuno Hideo dari FRAME, saya bisa melakukannya. Apa yang ingin diekspresikan Hideo, apa yang dirasakannya, lalu bagaimana saya sendiri membawa perasaan itu dan mengekspresikannya, karena saya dapat membayangkan itu, saya jadi bisa melakukannya.

---Mengenai FRAME, menurut Anda, itu adalah unit yang menunjukkan kekuatan seperti apa saat seluruh anggotanya berkumpul?

Menurut saya rasa aman dan tenang. Selain itu, Massan (Matsumoto Takuya) dan Hama-chan (Hama Kento) yang terus mengasah penampilannya tahun demi tahun juga memberi ledakan. Saya berjuang keras agar tidak tertinggal dari mereka berdua. Dari punggung mereka, mereka adalah teman yang menambah rasa percaya diri, dan karena rasa percaya itulah mereka tidak akan membiarkan kita berbuat sembrono. Karenanya, “Kalau berbuat setengah-setengah, kau akan kami tinggal,” seperti itu. Dari rasa percaya itu timbul kompetisi dan ambisi, dan setiap tampil, “Kita masih bisa lebih dari ini”, FRAME adalah unit yang terasa seperti itu.

---Kalau begitu, izinkan kami bertanya mengenai LIVE. Pertama, apakah Kumagai-san ingat saat pertama kali tampil sebagai FRAME?

Panggung pertamanya adalah saat tampil di acara perilisan “THE IDOLM@STER SideM ST@RTING LINE-07&08” bersama SAI. Waktu itu lagunya juga dirilis bersamaan, tapi saya masih belum percaya. Saat latihan pun saya masih tidak menyangka akan merilis lagu sebagai bagian dari SideM. Tapi saat pertama kali melihat pemandangan itu, dimana para Producer ada di depan mata, setelah tampil di depan semuanya, tiba-tiba kenyataan itu seperti menyerang. Karenanya pada bagian pertama itu perut saya jadi terasa sakit. Saat talk part waktu jeda Live, ‘pokoknya jangan sampai rasa sakit itu terlihat di wajah’, saya berusaha begitu, karenanya sama sekali tidak ada bagian yang menyenangkan.

---Anda begitu gugup, ya.

Kami bertujuh menyanyikan “DRIVE A LIVE” bersama (Yashiro) Taku-san, namun seperti saat rekaman saya masih belum tahu cara mengatur suaranya, jadi saya tidak tahu kemana suara saya. Pokoknya tidak ada yang bagus pada hari itu.

---Dari pengalaman itu, Kumagai-san berpartisipasi pada Tour dan Live SideM tiap tahunnya. Tolong ceritakan “Waktu tak terlupakan” di antara Live tersebut.

Mungkin pembukaan “THE IDOLM@STER SideM 2nd STAGE ~ORIGIN@L STARS~”. Waktu itu saya hampir tidak menggunakan ear monitor, dan akhirnya saya keluar hanya dengan menempelkannya, lalu sebelum tirai dibuka dan pembacaan sponsor berakhir, saya mendengar sorakan yang dipenuhi antusias para Producer. Saya sangat terharu dan memanas karena suara itu. Bagi saya yang belum punya pengalaman tampil di panggung besar, tentu saya juga belum pernah dihujani suara penuh harapan dari ratusan orang seperti itu. Hati saya bergetar, sampai sekarang pun saya tidak bisa melupakan perasaan saat itu.

---Konten IDOLM@STER SideM masih akan terus berlanjut, mengenai lagu, Kumagai-san sendiri ingin melihat sosok FRAME yang seperti apa?

Ada lagu yang powerful dan terasa cepat seperti “Yuukan Naru Kimi e” dan “Living Eyes Hero”, ada lagu yang mendorong seseorang dan memberi keberanian, seperti “Swing Your Leaves” dan “Three Brace” yang begitu halus dan lembut, ada juga lagu yang sangat afirmatif. Saya sudah menyanyikan berbagai tipe lagu, namun semuanya memiliki akar yang sama sebagai FRAME. Perasaan memikirkan seseorang, mendorong punggungnya, melindungi, dan ingin membantu. Inilah akar FRAME. Selama batang bernama FRAME, masih terus tumbuh ranting dan daun muda, dengan akar yang sama, sampai nanti pun FRAME akan terus punya berbagai macam lagu dan akan terus memperlihatkan evolusinya, saya akan terus berusaha mengikutinya.

---Kalau begitu, pertanyaan terakhir. Apa daya tarik SideM?

Idol SideM semua memiliki usia dan latar yang berbeda-beda, namun mereka punya satu kesamaan, yaitu ‘restart’. Menurut saya memang ada momentum dan pengaruh tersendiri, namun untuk mencoba hal baru tentu dibutuhkan keberanian, kan. FRAME terdiri dari Hideo yang berhenti menjadi polisi demi menyampaikan bahwa “Kau tidak sendirian” kepada anak-anak, (Kimura) Ryu yang ingin menjadi kepala pemadam kebakaran, serta Shingen (Seiji) yang menjadi Idol karena menginginkan pekerjaan yang bisa membuat orang-orang tersenyum. Mereka yang tadinya pegawai sipil mulai melangkah ke dunia Idol yang belum meeka ketahui sebelumnya, menurut saya itu bukan hal yang biasanya dapat terjadi.

---Itu benar.

Saat melihat keputusan dan keberanian mereka, kita juga diperlihatkan berbagai kemungkinan yang ada, serta tidak ada kata terlambat untuk memulai sesuatu yang baru. Kita mendapat keberanian, serta ditunjukkan berbagai pemandangan baru. Saya sendiri pasti \ada banyak pemandangan yang tidak akan saya lihat bila tidak bertemu Hideo. Melalui lagu, melalui panggung, melalui pekerjaan para Idol itu, saya melihat pemandangan baru. Sosok mereka yang berkilauan itu juga menjadi sumber keceriaan kita, dan dapat menjadi kekuatan untuk menjalani hari esok. Menurut saya itulah daya tarik SideM. Pesan yang mereka sampaikan, juga membawa perubahan menuju diri saya yang 315 (saiko).



***

LisAni Edisi Maret 2022

Diterjemahkan oleh: Nisrina AF

(12 Januari 2023)

***

Komentar