---Pertama,
akan kami mulai dengan pertanyaan wajib pada seluruh cast pada halaman
interview kali ini. Tolong ceritakan kenangan Kumagai-san saat mengikuti audisi
IDOLM@STER SideM (SideM).
Awalnya
saya juga ikut (audisi) idol lain juga. Saya lolos tape audition,
kemudian mengira dipanggil ke studio untuk peran (Tendou) Teru, namun di lokasi
saya diberitahu, “Tolong coba Akuno Hideo”. Saya tidak menyangka itu, namun
sebaliknya, mungkin mengucapkan line Hideo dengan kepala kosong malah
berakhir baik.
---Mengenai
Hideo, maukah Anda menceritakan saat pertama kali merekam kompilasinya?
Yang
paling saya ingat adalah saat itu pengalaman saya sebagai seiyu masih terbilang
belum ada, jadi saat itu memerlukan banyak waktu dan saya berusaha mati-matian.
---Secara
konkrit, bagaimana Anda melakukannya?
Saya
melakukannya sembari berdiskusi dengan para staff, seperti “Disini sebaiknya
lebih menonjolkan perasaan, bukan?”, atau “Dengan kepribadiannya, saat
mengucapkan kata ini mungkin tone yang dipakai segini?”. Saya pun terus
mengangguk mengiyakan sembari mengenal Hideo, sekarang pun ia berdampingan dan
ada dalam diri saya. Saat mendengar suara Hideo yang lama, saya berpikiran
“Masih belum matang, ya”, namun sebaliknya, saya juga menemukan bagian yang
tidak dapat saya ekspresikan sekarang. Saya merasa bahwa IDOLM@STER SideM dan
IDOLM@STER Series merupakan karya yang berjalan bersama saya.
---Lalu,
bagaimana dengan kesan Anda saat merekam nyanyian untuk Akuno Hideo?
Banyak
sekali hal yang tidak saya mengerti…. Yang pertama, meski sudah dibilang “Saya
akan menjelaskan QBox”, saya tidak tahu itu apa. Lalu “two mix”, “click”,
“guide”, banyak istilah khusus yang terlontar, dan saya pun benar-benar
linglung seperti tidak tahu arah. Sekarang mengenai kondisi telinga baik waktu
perekaman maupun konser, semuanya mengerti keseimbangan yang ditangkap, “Oke-nya
segini”, “Click-nya segini”, saya sudah bisa mengaturnya, namun waktu itu saya
benar-benar tidak tahu, jadi saya pernah membesarkan semua suara yang terdengar
melalui headphone. Karena itu, saya juga pernah menyanyi dengan buruk.
---Begitu
ceritanya.
Benar,
waktu itu saya lebih payah dari yang sekarang. Sejujurnya, untuk lagu ada 1 hal
yang kompleks. Syukurnya, “Di lagu Hideo ada keceriaan”, “Ada keberanian”, saya
diminta bersuara seperti itu, namun berkat perkataan itu, saya merasa sosok
Hideo muncul. Saya memang payah jika bernyanyi sebagai Kumagai Kentarou, namun
karena ini adalah lagu milik Akuno Hideo dari FRAME, saya bisa melakukannya. Apa
yang ingin diekspresikan Hideo, apa yang dirasakannya, lalu bagaimana saya
sendiri membawa perasaan itu dan mengekspresikannya, karena saya dapat
membayangkan itu, saya jadi bisa melakukannya.
---Mengenai
FRAME, menurut Anda, itu adalah unit yang menunjukkan kekuatan seperti apa saat
seluruh anggotanya berkumpul?
Menurut
saya rasa aman dan tenang. Selain itu, Massan (Matsumoto Takuya) dan Hama-chan
(Hama Kento) yang terus mengasah penampilannya tahun demi tahun juga memberi
ledakan. Saya berjuang keras agar tidak tertinggal dari mereka berdua. Dari
punggung mereka, mereka adalah teman yang menambah rasa percaya diri, dan
karena rasa percaya itulah mereka tidak akan membiarkan kita berbuat sembrono.
Karenanya, “Kalau berbuat setengah-setengah, kau akan kami tinggal,” seperti
itu. Dari rasa percaya itu timbul kompetisi dan ambisi, dan setiap tampil,
“Kita masih bisa lebih dari ini”, FRAME adalah unit yang terasa seperti itu.
---Kalau
begitu, izinkan kami bertanya mengenai LIVE. Pertama, apakah Kumagai-san ingat
saat pertama kali tampil sebagai FRAME?
Panggung
pertamanya adalah saat tampil di acara perilisan “THE IDOLM@STER SideM ST@RTING
LINE-07&08” bersama SAI. Waktu itu lagunya juga dirilis bersamaan, tapi
saya masih belum percaya. Saat latihan pun saya masih tidak menyangka akan
merilis lagu sebagai bagian dari SideM. Tapi saat pertama kali melihat
pemandangan itu, dimana para Producer ada di depan mata, setelah tampil di
depan semuanya, tiba-tiba kenyataan itu seperti menyerang. Karenanya pada
bagian pertama itu perut saya jadi terasa sakit. Saat talk part waktu jeda
Live, ‘pokoknya jangan sampai rasa sakit itu terlihat di wajah’, saya berusaha
begitu, karenanya sama sekali tidak ada bagian yang menyenangkan.
---Anda
begitu gugup, ya.
Kami
bertujuh menyanyikan “DRIVE A LIVE” bersama (Yashiro) Taku-san, namun seperti
saat rekaman saya masih belum tahu cara mengatur suaranya, jadi saya tidak tahu
kemana suara saya. Pokoknya tidak ada yang bagus pada hari itu.
---Dari
pengalaman itu, Kumagai-san berpartisipasi pada Tour dan Live SideM tiap
tahunnya. Tolong ceritakan “Waktu tak terlupakan” di antara Live tersebut.
Mungkin
pembukaan “THE IDOLM@STER SideM 2nd STAGE ~ORIGIN@L STARS~”. Waktu
itu saya hampir tidak menggunakan ear monitor, dan akhirnya saya keluar hanya
dengan menempelkannya, lalu sebelum tirai dibuka dan pembacaan sponsor
berakhir, saya mendengar sorakan yang dipenuhi antusias para Producer. Saya
sangat terharu dan memanas karena suara itu. Bagi saya yang belum punya
pengalaman tampil di panggung besar, tentu saya juga belum pernah dihujani suara
penuh harapan dari ratusan orang seperti itu. Hati saya bergetar, sampai
sekarang pun saya tidak bisa melupakan perasaan saat itu.
---Konten
IDOLM@STER SideM masih akan terus berlanjut, mengenai lagu, Kumagai-san sendiri
ingin melihat sosok FRAME yang seperti apa?
Ada
lagu yang powerful dan terasa cepat seperti “Yuukan Naru Kimi e” dan “Living
Eyes Hero”, ada lagu yang mendorong seseorang dan memberi keberanian, seperti
“Swing Your Leaves” dan “Three Brace” yang begitu halus dan lembut, ada juga
lagu yang sangat afirmatif. Saya sudah menyanyikan berbagai tipe lagu, namun
semuanya memiliki akar yang sama sebagai FRAME. Perasaan memikirkan seseorang,
mendorong punggungnya, melindungi, dan ingin membantu. Inilah akar FRAME.
Selama batang bernama FRAME, masih terus tumbuh ranting dan daun muda, dengan
akar yang sama, sampai nanti pun FRAME akan terus punya berbagai macam lagu dan
akan terus memperlihatkan evolusinya, saya akan terus berusaha mengikutinya.
---Kalau
begitu, pertanyaan terakhir. Apa daya tarik SideM?
Idol
SideM semua memiliki usia dan latar yang berbeda-beda, namun mereka punya satu
kesamaan, yaitu ‘restart’. Menurut saya memang ada momentum dan pengaruh
tersendiri, namun untuk mencoba hal baru tentu dibutuhkan keberanian, kan. FRAME
terdiri dari Hideo yang berhenti menjadi polisi demi menyampaikan bahwa “Kau
tidak sendirian” kepada anak-anak, (Kimura) Ryu yang ingin menjadi kepala
pemadam kebakaran, serta Shingen (Seiji) yang menjadi Idol karena menginginkan
pekerjaan yang bisa membuat orang-orang tersenyum. Mereka yang tadinya pegawai
sipil mulai melangkah ke dunia Idol yang belum meeka ketahui sebelumnya,
menurut saya itu bukan hal yang biasanya dapat terjadi.
---Itu
benar.
Saat
melihat keputusan dan keberanian mereka, kita juga diperlihatkan berbagai
kemungkinan yang ada, serta tidak ada kata terlambat untuk memulai sesuatu yang
baru. Kita mendapat keberanian, serta ditunjukkan berbagai pemandangan baru.
Saya sendiri pasti \ada banyak pemandangan yang tidak akan saya lihat bila
tidak bertemu Hideo. Melalui lagu, melalui panggung, melalui pekerjaan para
Idol itu, saya melihat pemandangan baru. Sosok mereka yang berkilauan itu juga
menjadi sumber keceriaan kita, dan dapat menjadi kekuatan untuk menjalani hari
esok. Menurut saya itulah daya tarik SideM. Pesan yang mereka sampaikan, juga
membawa perubahan menuju diri saya yang 315 (saiko).
***
LisAni Edisi Maret 2022
Diterjemahkan oleh: Nisrina AF
(12 Januari 2023)
***


Komentar
Posting Komentar